Ketika kata hilang dalam upaya berbicara, mampukah dia hadir di dalamnya?
Meminjamkan sedikit ucap dalam kering bibirku yang bertahun terkatup.
Kasar telapak tanganmu telah kulupa. Basah tengkukmu tak pernah kukecap lagi.
Objek yang tertangkap di mata bukan dirimu sayang. Dan mungkin esok tak kuingat lagi elok senyummu.
Kau tak pernah tampan di mataku
Kau tak pernah sempurna di pikirku
Kau tak pernah cukup bagi puasku
(emily bronte)
.....
and Gentle Night.
O Night and Stars return!
And hide me from
the hostile light
That does not warm
but burn -
That drains, the blood of suffering men
Drinks tears, instead of dew -
Let me sleep through his blinding reign
And only wake with you!
Sungguh terlalu mudah mendapatkan anda tuan. Tak perlu mencari banyak jalan dan gang-gang. Namun sesal yang didapat...
Seingat saya, saya gak pernah membeli sepatu yang baru saya lihat sekali. Namun gak tahu kenapa saya seringkali mmm.. bisa dikatakan jatuh cinta pada orang yang baru sekali saya lihat.
Aneh banget. Kadang saya pikir brengsek sekali si kadut bernama CINTA. Bahkan karenanya saya bisa bikin satu senandung rindu di perjalanan pulang (bc: di angkot D11 yang isinya ibu-ibu + sesama mahasiswa yang tau deh pulang dari mana)
Bait-bait seperti itu bisa dengan mudah keluar dari hati (kata dee letaknya ada di tempat yang namanya solar plexus, yang saya gak tau itu apa di mana) meluncur lewat mulut jadi letupan-letupan kecil. Jadi sepanjang perjalanan pulang saya bergumam gak keruan. Untung gak ada yang menegur saya atau bilang saya orang gila. Hahaaha..Bayang-bayang telah pulang
Namun rembulan belum juga tayang
Tapi tahukah kawan,
tadi kutemu sinar gemintang di wajah
seorang tuan
Kadang saya pikir hidup saya terlalu erotis (eits.. makna erotis secara etimologis ya), bunga liar di antara tumpukan sampah bisa saya bilang indah. Kadang saya membayangkan ada peri-peri kecil tumbuh dan hidup di sana. (ahh.. sudahlah. im[ian masa kecil masih saja terbawa) Tapi kadang hidup seperti ini membawa bencana. Selasa, 9 September 2008 saya terlarut dalam sebuah pertunjukan di gd IX kampus saya.. dan sial jam 7 petang saya dilarikan pulang.
(bersambung dan akan tersambung....)
Akhirnya setelah sekian lama memendam pikiran-pikiran / ide-ide 'nakal', gue memutuskan untuk membuat sebuah blog. Semua karena gue rasa ide-ide / pikiran-pikiran 'nakal' itu perlu dibagi. Heheheeeee.....
Lagipula kaya'nya ga lucu aja udah 'setua' ini gak nulis2 juga. Disimpen di rumah aja paling ujung2 nya jadi sarang nyamuk... ngabisin kertas pula.............!! Jadi ya dibuat lah blog ini!!!!

jiahhhh... kina.gak ok banget deh panggilannya.hehehheeheee...menarik? kok bisa? read more
on terlalu mudah